Senin, 10 Agustus 2015

PERHITUNGAN CADANGAN MINERAL

CADANGAN BIJIH
A. PENGERTIAN SUMBER DAYA DAN CADANGAN BERDASARKAN SNI



Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI), Amandemen I SNI13-4726-1998, yang dimaksud dengan:

1. Sumber Daya Mineral (Mineral Resource); adalah endapan mineral yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara nyata. Sumber daya mineral dengan keyakinan geologi tertentu dapat dapat berubah menjadi cadangan setelah dilakukan pengkajian kelayakan tambang dan memenuhi kriteria layak tambang.
2. Cadangan (Reserve); adalah endapan mineral yang telah diketahui ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitasnya, dan yang secara ekonomis, teknis, hukum, lingkungan dan sosial dapat ditambang pada saat perhitungan dilakukan.



Klasifikasi Sumber Daya Mineral:
1. Sumber Daya Mineral Hipotetik (Hypothetical Mineral Resource); adalah sumber daya mineral yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh berdasarkan perkiraan pada tahap Survey Tinjau (Reconnaissance).
2. Sumber Daya Mineral Tereka (Inferred Mineral Resource); adalah sumber daya mineral yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh berdasarkan hasil tahap Prospeksi (Prospecting).
3. Sumber Daya Mineral Terunjuk (Indicated Mineral Resource); adalah sumber daya mineral yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh berdasarkan hasil tahap Eksplorasi Umum (General Exploration).
4. Sumber Daya Mineral Terukur (Measured Mineral Resource); adalah sumber daya minral yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh berdasarkan hasil tahap Eksplorasi Rinci (Detailed Exploration).

Klasifikasi Cadangan:
1. Cadangan Terkira (Probable Reserve); adalah sumber daya mineral terunjuk dan sebagian sumber daya mineral terukur yang tingkat keyakinan geologi-nya masih lebih rendah, yang berdasarkan Studi Kelayakan Tambang (Mine Feasibility Study) semua faktor yang terkait telah terpenuhi, sehingga penambangan dapat dilakukan secara ekonomik.
2. Cadangan Terbukti (Proved Reserve); adalah sumber daya mineral terukur yang berdasarka Studi Kelayakan Tambang semua faktor yang terkait telah terpenuhi, sehingga penambangan dapat dilakukan secara ekonomik.

B. KLASIFIKASI CADANGAN BERDASARKAN SUMBER LAIN
1. USGS/ USBM
a. Measured
b. Indicated
c. Inferred

2.FORRESTER
a. Developed
b. Probable
c. Possible
 
3. HOOVER
a. Proved
b. Probable
c. Prospective

4. UMUM
a. Proven
b. Probable
c. Possible

C. PERHITUNGAN CADANGAN BIJIH
Metoda-metoda konvensional yang biasa digunakan dalam perhitungan cadangan adalah:
1. Metoda Triangular
2. Metoda Daerah Pengaruh (Area of Influence)
3. Metoda Penampang (Cross Section)
4. Metoda Isoline.


Parameter-parameter yang penting antara lain adalah:
1. Kadar Bijih (Grade)
2. Ketebalan dan Luas (Thickness and Area)
3. Porositas dan Kandungan Air (Porosity and Moisture/ Water Content)
4. Berat jenis (Density).

C.1. Kadar Bijih (Grade);
Perhitungan cadangan bijih tentunya merupakan salah satu parameter yang sangat penting dan umumnya hasil akhir bisa memberikan gambaran tentang kandungan kadar rata-rata dari suatu cadangan bijih.

C.2. Ketebalan dan Luas (Thickness and Area);
Ke dua parameter ini mempunyai hubungan dengan geometri endapan dan penyebaran bijih.










Keterangan:
ts = tebal yang sebenarnya dari endapan th = ketebalan dalam arah horisontal tv = ketebalan dalam arah vertikal ts = th sin b = tv cos b

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
ts = tebal yang sebenarnya dari endapan th = ketebalan dalam arah horisontal tv = ketebalan dalam arah vertikal ts = th sin b = tv cos b

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_wi
ts = tebal yang sebenarnya dari endapan

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
ts = Ketebalan sebenarnya dari endapan
th = Ketabalan dalam arah horisontal
tv = Ketebalan dalam arah vertikal

ts = th sin b = tv cos b

Untuk mengetahui luas (S) endapan;
Sh = Ss sin b
atau;
Sv = Ss cos b

Dimana;
Sh = Luas horisontal
Sv = Luas vertikal
Ss = Luas yang sebenarnya

C.3. Berat Jenis (Density);
Beberapa hubungan yang penting adalah;













Dimana:
Gm = Berat jenis dari mineral tanpa pori, tanpa kandungan air (Moisture Content)
Gd = Berat jenis batuan (material) kering, tanpa kandungan air hanya pori
Gn = Berat jenis batuan (material) dalam keadaan alami dengan pori dan kandungan air
P = Porositas
M = Kandungan air (Moisture Content)

Hubungan antar parameter-parameter tersebut bisa pula diilistrasikan pada gambar di bawah ini;












C.3.1.Penentuan Kadar Air Bijih;
Untuk menentukan kadar air bijih di laboratorium, tata laksananya adalah sebagai berikut;
bijih yang berasal dari lapangan terlebih dahulu ditimbang untuk diketahui berat aslinya. Selanjutnya bijih tersebut dikeringkan pada tempertur (suhu) 100d Celcius selama 12 jam atau hingga beratnya konstan.
Kadar air bijih dapat dihitung menggunakan persamaan berikut;







Dimana;
W1 = berat sampel sebelum dikeringkan
W2 = berat sampel setelah dikeringkan

C.3.2. Tonnage Factor
Di dalam perhitungan cadangan bijih, tonnage factor juga digunakan. Tonnage factor dapat ditentukan untuk bijih kering ataupun basah (alami).

1. Tonnage Factor untuk bijih kering (Inplace);









2. Tonnage Factor untuk bijih basah (Natural)








D. KALKULASI CADANGAN
D.1. Metoda Triangular
Layout dari segitiga-segitiga











Prisma-prisma triangular;












Menghitung volume setiap segmen dapat ditentukan dengan persamaan;
V = 1/3 (t1 + t2 + t3) S
S = luas segitiga pada segmen 123 (sesuai gambar)
t = ketebalan endapan masing-masing segmen











Total volume seluruh prisma triangular sama dengan volume seluruh segmen pada blok uji.

Catatan;
Dalam perhitungan cadangan, metoda triangular dapat dianggap sebagai metoda standar. Meskipun demikian kesalahan yang muncul di dalam penggunaan metoda ini perlu diperhatikan, sebab terjadinya kesalahan tersebut adalah akibat dari cara mengelompokkan segita-segitiga prisma di dalam suatu poligon.
Coba perhatikan empat persegi panjang ABCD







Ada dua cara untuk mengkonstruksikan prisma-prisma triangular dari prisma empat persegi panjang.
Kesalahan relatif dari volume suatu blok yang dibatasi oleh empat (4) lubang bor dengan ketebalan t1, t2, t3 dan t4 dapat dijelaskan sebagai berikut:
volume dari prisma dapat dihitung dari V1 dengan prisma-prisma triangular ABD dan BDC atau V2 dengan prisma-prisma triangular ABC dan ADC.










Di dalam perhitungan V1, t2 dan t4 dihitung dua kali sedangkan di dalam perhitungan V2, t2 dan t3 yang dihitung dua kali.
Volume dari prisma dapat diperoleh dengan membagi dua jumlah V1 dan V2.










Kesalahan relatif antara V1 dan V2 adalah:








Bila dV = 0, maka V1 = V2 dan t1 + t3 = t2 + t4

Dengan demikian, maka metoda triangular hanya teliti bila jumlah t1 dan t3 untuk setiap prisma sama dengan jumlah t2 dan t4. Andaikan (t1 + t3) dua kali lebih kecil dari (t2 + t4), yakni;
2(t1 + t3) = (t2 + t4), maka volume V1 lebih besar dari V2 dan kesalahan relatif adalah sebesar 20 persen.
∆v

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win

D.2. Metoda Daerah Pengaruh (Area of Influence)


 











Di mana;
l = titik bor/ sumur uji
Kotak arsir = daerah pengaruh












Konstruksi daerah pengaruh pada segitiga tumpul;












Blok bijih dengan 4 daerah pengaruh yaitu 1, 2, 3 dan 4.
Daerah pengaruh dari titik 1 - pola bujur sangkar













Menghitung cadangan dengan cara mempergunakan metoda daerah pengaruh; daerah pengaruh titik satu dapat diukur (S1)


 










Andaikan ketebalan endapan bijih pada titik 1 adalah t1 dengan kadar rata-rata k1, maka volume essay produk;

(V persen) = S1 x t1 x k1 (volume pengaruh)

Bila specific gravity dari bijih = g, maka:

Tonnage bijih = S1 x k1 x t1 x g (tonnage persen)

D.3. Metoda Included dan Extended Area
- Metoda Included Area - cadangan dihitung di dalam batas-batas yang ada.









- Metoda Extended Area - cadangan dihitung melampaui batas-batas yang ada













D.4. Metoda Penampang
1. Rumus Luas Rata-rata (Mean Area);



















Rumus luas rata-rata untuk jenis atau tipe endapan yang mempunyai penampang seragam (Uniform).

2. Rumus Prismoida;





















3. Rumus Kerucut Terpancung;


 


 















4. Rumus Obelisk;
Rumus ini digunakan untuk menghitung cadangan bijih yang tipikal sebarannya membaji. Rumus ini merupakan modifikasi dari rumus prismoida dengan cara men-substitusi;








 















D.5. Metoda Isoline
Metoda ini dipakai untuk digunakan pada endapan bijih  di mana ketebalan dan kadar mengecil dari tengah ke tepi endapan.












Volume dapat dihitung dengan cara menghitung luas daerah yang terdapat di dalam batas kontur, kemudian mempergunakan prosedur-prosedur yang umum dikenal.
Kadar rata-rata dapat dihitung dengan cara membuat peta kontur kemudian mengadakan weighting dari masing-masing luas daerah dengan contour grade.







Dimana;
g0 = kadar minimum bijih
g = interval kadar yang konstan antara dua kontur
A0 = luas endapan bijih dengan kadar g0 dan lebih tinggi
A1 = luas endapan bijih dengan kadar g0 + g dan lebih tinggi
A2 = luas endapan biijih dengan kadar g0 + 2g dan lebih tinggi, dst...

Apabila kondisi mineralisasi tidak teratur maka akan muncul masalah. Hal ini dapat dijelaskan melalui contoh berikut ini;












Dalam hal ini;







E. PETA PENYEBARAN KADAR
Proyeksi kadar bijih (penampang) pada suatu tambang bawah tanah (Underground Mining).
Skala peta untuk kebutuhan ini adalah 1:500 sampai 1:100.
a: kadar yang paling tinggi













b: Kadar yang paling rendah

a>b>c>d>e

F. PENENTUAN BATAS SEBARAN ENDAPAN BIJIH
Untuk menentukan batas dan endapan bijih digunakan Cut off grade (CoG).
Ada beberapa metoda yang dapat digunakan, yaitu:
1. Metoda Cross
2. Metoda Network
3. Metoda Vector

(1). Metoda Cross;














(2). Metoda Network;




Keterangan:
l = lubang bor/ sumur uji yang mengandung bijih
m = lubang bor/ sumur uji yang tidak mengandung bijih


(3). Metoda Vector;



Keterangan:
I = vektor-vektor primer
II = vektor-vektor sekunder
m = tidak mengandung bijih













Senin, 12 Januari 2015

LAKSAMANA CHENG HO

REKAM JEJAKNYA DI BENUA AMERIKA


Laksamana Cheng Ho
Benua Amerika yang kita kenal saat ini ternyata memiliki hubungan sejarah yang sangat kuat dengan Islam. Nampak sekali dari banyaknya jejak-jejak peninggalan yang tersisa dan masih bisa kita saksikan sampai detik ini, yang paling banyak adalah jejak tentang nama-nama wilayah yang sangat identik dengan Islam. Amerika sudah mengenal Islam, jauh sebelum para perompak dari Eropa datang. Islam sudah menjadi kultur budaya di Amerika hingga akhirnya dipunahkan dan..... punah.

Jika Anda mengunjungi Washington DC, datanglah ke Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Lantas, mintalah arsip perjanjian pemerintah Amerika Serikat dengan suku Cherokee, salah satu suku Indian, tahun 1787. Di sana akan ditemukan tanda tangan Kepala Suku Cherokee saat itu, bernama Abdel Khak dan Muhammad Ibnu Abdullah.



Isi perjanjian itu antara lain adalah hak suku Cherokee untuk melangsungkan keberadaannya dalam perdagangan, perkapalan, dan bentuk pemerintahan suku cherokee yang saat itu berdasarkan hukum Islam. Lebih lanjut, akan ditemukan kebiasaan berpakaian suku Cherokee yang menutup aurat, sedangkan kaum laki-lakinya memakai turban (surban) dan terusan hingga sebatas lutut.

Cara berpakaian ini dapat ditemukan dalam foto atau lukisan suku cherokee yang diambil gambarnya sebelum tahun 1832. Kepala suku terakhir Cherokee sebelum akhirnya benar-benar punah dari daratan Amerika adalah seorang Muslim bernama Ramadan Ibnu Wati.


Ramadhan Ibnu Wati
Berbicara tentang suku Cherokee, tidak bisa lepas dari Sequoyah. Ia adalah orang asli suku cherokee yang berpendidikan dan menghidupkan kembali Syllabary, suku mereka pada 1821. Syllabary adalah semacam aksara. Jika kita sekarang mengenal abjad A sampai Z, maka suku Cherokee memiliki aksara sendiri.



Yang membuatnya sangat luar biasa adalah, aksara yang dihidupkan kembali oleh Sequoyah ini mirip sekali dengan aksara Arab. Bahkan, beberapa tulisan masyarakat cherokee abad ke-7 yang ditemukan terpahat pada bebatuan di Nevada sangat mirip dengan kata ”Muhammad” dalam bahasa Arab.



Bukti dalam sumber-sumber Barat:
  1. Profesor Barry Fell (Baca: Biografi Sejarah dari Wikipedia), pensiunan dosen dari Harvard University dan juga anggota dari American Academy of Science dan Seni, Royal Society, epigrafi Society dan Masyarakat Penemuan Ilmiah dan Purbakala, bersikeras tentang kedatangan Islam di Amerika pada tahun 650-an, 2 prediksi pendapat ini pada kaligrafi Cufic adalah peradaban yang ditemukan di berbagai penggalian di seluruh Amerika. Jika kata-kata Profesor Fell memiliki nilai kebenaran, maka umat Islam telah tiba di Amerika selama era Khalifah Utsman, atau setidaknya di masa Ali, khalifah keempat.
  1. Bukti kedua yang ditawarkan oleh Profesor Fell adalah bahwa tulisan “In the Name of Allah” (gambar 1). Demikian juga, batu bantalan tulisan “Muhammad adalah Nabi Allah” (gambar 2) adalah berkaitan dengan era yang sama. Seperti terlihat dengan perbandingan dua gambar, prasasti tidak dalam gaya modern Arab, sebaliknya mereka berada dalam gaya Cufic, relevan dengan abad ketujuh.


Gambar 1
Orang-orang Arab, sesuai dengan temuan Profesor Fell, menetap di Nevada selama abad ketujuh dan kedelapan. Keberadaan awal dari sebuah sekolah, yang diajarkan Islam dan ilmu pengetahuan, khususnya navigasi, telah terungkap setelah penyelidikan arkeologi yang dilakukan oleh Profesor Heizer dan Baumhoff of California Universitas sekitar WA 25 di situs Nevada. Penggalian di Nevada telah menemukan tulisan di naskhi Arab dan gaya Cufic yang tertulis di batu yang membawa informasi tentang sekolah ini (gambar 3).




  1. Pada abad kedua belas, Athapcan Tribe, terdiri dari Apache asli dan Navajos, menyerbu wilayah yang dihuni oleh orang-orang Arab. Pribumi yang buta huruf terpesona dengan sekolah-sekolah yang didirikan oleh orang-orang Arab, dan, mungkin dengan bantuan tawanan, berusaha meniru subyek yang sama, mengubah bentuk geometris menjadi binatang mitos, yang dilakukan selama berabad-abad.
  1. Gambar 5 adalah tulisan Cufic ditemukan pada tahun 1951 di White Mountains, dekat dengan kota Benton di perbatasan Nevada. Kata-kata Setan maha mayan, yaitu Iblis adalah sumber dari segala kebohongan, telah ditulis dalam gaya Cufic khas abad ketujuh.
Gambar 2
  1. Sekali lagi, sebuah prasasti batu milik pasca-650 CE, bantalan huruf Cufic H-M-I-D,  kata Hamid (gambar 6). Tulisan Arab lain yang ditemukan di bebatuan Atlata di Valley of Fire di Nevada.


  1. Seorang Penulis Jurnal Amerika, saat bepergian dari Malden ke Cambridge di negara bagian Massachusetts pada tahun 1787, menulis, Thaddeus Mason Harris melihat beberapa koin ditemukan oleh pekerja selama pembangunan jalan. Para pekerja, tidak mempedulikan koin tersebut. Akibatnya, Harris memutuskan untuk mengirim uang tersebut ke perpustakaan Harvard College untuk pemeriksaan (gambar 7). Penelitian menghasilkan bahwa ini sebenarnya adalah Samarqand Dirham dari abad kedelapan dan kesembilan. Seperti dapat dilihat pada gambar, koin nyata menampilkan prasasti La ilaha illa-Allah Muhammadun Rasulullah (Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Rasul-Nya) dan Bismillah (dengan nama Allah).
Gambar 3
7.      Gambar 8 menunjukkan sepotong batu ditemukan di sebuah gua di wilayah Corinto di El Salvador. Bantalan prasasti Malaka Haji Malaya ini telah diidentifikasi sebagai prasasti abad ketiga belas yang menunjukkan kedatangan Muslim di Amerika Selatan, yang mungkin datang dari suatu tempat di daerah Indonesia.



Secara umum, suku-suku Indian di Amerika juga percaya adanya Tuhan yang menguasai alam semesta. Tuhan itu tidak teraba oleh panca indera. Mereka juga meyakini, tugas utama manusia yang diciptakan Tuhan adalah untuk memuja dan menyembah-Nya. Seperti penuturan seorang Kepala Suku Ohiyesa: ”In the life of the Indian, there was only inevitable duty-the duty of prayer-the daily recognition of the Unseen and the Eternal.” Bukankah Al-Qur’an juga memberitakan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin semata-mata untuk beribadah pada Allah.

Subhanallah… Bagaimana bisa Kepala suku Indian Cheeroke itu Muslim? Sejarahnya panjang.



PENEMU BENUA AMERIKA PERTAMA ITU ADALAH LAKSAMANA ZHENG HE ATAU CHENG HO (SEORANG MUSLIM DARI CINA), BUKAN COLOMBUS


Semangat orang-orang Islam dari Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (tentunya saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya, selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan baru dan tentu saja memperluas dakwah Islam, mendorong beberapa pemberani di antara mereka untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.
Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya, sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.

Gambar 4
Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan Muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).



Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 – 957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia (Spanyol), telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi. Dalam bukunya, ‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 – 912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.

Gambar 5
Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan untuk mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.



Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.

Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009), seorang navigator dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary).

Gambar 6



Ibn Farrukh berkunjung kepada Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Spanyol pada Mei 999.

Gambar 7
Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berlepas dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 – 1307), raja keenam dalam dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.



Gambar 8
Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) memerinci eksplorasi geografi ini dengan seksama. Timbuktu yang kini dilupakan orang, dah
ulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekspedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu.


Sequoyah atau yang Dikenal dengan George Gist
Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 – 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 – 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.

Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517. Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup akurat.



Voyages_of_Zheng_He_1405-33

Columbus sendiri mengetahui bahwa orang-orang Carib (Karibia) adalah pengikut Nabi Muhammad. Dia paham bahwa orang-orang Islam telah berada di sana, terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika. Mereka mendiami Karibia, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak rakyat Amerika, orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan menikahi orang-orang pribumi.



Sultan Abdul Hamid II Ottoman

Lebih lanjut Columbus mengakui pada 21 Oktober 1492, 70 tahun dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Kuba melihat sebuah masjid (berdiri di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sampai saat ini sisa-sisa reruntuhan masjid telah ditemukan di Kuba, Mexico, Texas dan Nevada.

Namun, tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak, bahkan membantai rakyat Amerika asli (baca: Kebohongan Amerika tentang Christopher Columbus), Orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan beberapa di antaranya menikahi orang-orang pribumi.
Dan tahukah Anda? Bahwa 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus, kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang Islam, yaitu dua bersaudara Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon yang masih keluarga dari Sultan Maroko Abuzayan Muhammad III (1362). (THACHER, JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950).

Banishing The Indians


Piri Reis Map
Sekitar 70 tahun sebelum Columbus menancapkan benderanya di tanah Amerika, Laksamana Cheng Ho sudah terlebih dahulu datang ke sana. Para peserta seminar yang diutus oleh Royal Geographical Society di London sangat kaget  karena penemuan seorang kru kapal selam dan uraian sejarawan bernama Gavin Menzies. Dia juga seorang mantan perwira Angkatan Laut Kerajaan Inggris  (baca: Biography Gavin Menzies).



Menzies yang tampil dengan penuh keyakinan, menjelaskan teorinya tentang pelayaran terkenal dari pelaut mashur asal Cina, Laksamana Cheng Ho. Bersama bukti-bukti yang ditemuinya dari catatan sejarah, dia lantas membuat kesimpulan bahawa pelaut serta pengembara ulung dari Dinasti Ming itu adalah penemu awal benua Amerika, dan bukannya Columbus.

Bahkan menurutnya, Cheng Ho ‘mengalahkan’ Columbus dengan jarak (perbedaan) waktu sekitar 70 tahun. Apa yang dikemukakan Menzies tentu membuat semua orang tertipu karena masyarakat dunia selama ini mengetahui bahawa Columbus-lah penemu benua Amerika pada sekitar abad ke-15. Penjelasan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah.

Perbandingan kapal layar Columbus dan Laksamana Cheng Ho

Menzies menunjukkan sebuah peta  sebelum Columbus memulai ekspedisinya, lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik Cheng Ho yang disandarkan sebagai bahan bukti. Menzies sangat yakin setelah ia meneliti ketepatan dan kesahihan bahan-bahan bersejarah tersebut.